Peridotit, Batuan Beku Dalam yang Berkaitan dengan Kekayaan Mineral

Peridotit merupakan batuan beku dalam yang berasal dari bagian mantel bumi. Batuan ini terbentuk pada kedalaman yang sangat besar dan kemudian tersingkap ke permukaan akibat proses tektonik atau aktivitas geologi tertentu. Di Indonesia, peridotit dapat ditemukan di beberapa wilayah yang memiliki sejarah geologi kompleks, terutama di zona sabuk ofiolit dan daerah dengan aktivitas tektonik tinggi.

Secara fisik, peridotit umumnya berwarna hijau gelap hingga kehitaman dengan tekstur kasar dan padat. Warna khas ini berasal dari kandungan mineral tertentu yang dominan di dalamnya. Peridotit dikenal sebagai batuan yang sangat kuat dan stabil, meskipun tidak umum digunakan secara langsung sebagai bahan bangunan karena sifatnya yang keras dan relatif sulit diolah.

Dalam konteks pemanfaatan, peridotit memiliki arti penting karena sering berkaitan dengan keberadaan sumber daya mineral bernilai ekonomi. Batuan ini kerap menjadi batuan induk bagi endapan mineral tertentu, sehingga keberadaannya menjadi indikator penting dalam kegiatan eksplorasi geologi dan pertambangan. Oleh karena itu, peridotit lebih banyak dimanfaatkan sebagai objek kajian dan penunjuk potensi sumber daya bawah permukaan.

Selain nilai ekonominya, peridotit juga memiliki peran penting dalam ilmu kebumian karena memberikan informasi mengenai kondisi mantel bumi dan proses geologi yang terjadi jauh di bawah permukaan. Keberadaan peridotit di Indonesia menambah kekayaan geologi nasional dan menunjukkan kompleksitas proses alam yang membentuk wilayah kepulauan ini.

Dengan pendekatan pengelolaan yang tepat, peridotit dapat memberikan manfaat tidak hanya dari sisi ilmiah, tetapi juga sebagai bagian dari pemetaan potensi sumber daya alam yang mendukung pembangunan jangka panjang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *