Garam batu adalah bentuk alami dari mineral halit yang tersusun terutama dari natrium klorida. Mineral ini terbentuk dari proses penguapan air laut purba atau danau asin yang mengendap dan mengeras selama jutaan tahun. Berbeda dengan garam laut yang diproduksi melalui penguapan air laut modern, garam batu ditambang langsung dari lapisan bawah tanah.
Secara fisik, garam batu biasanya berwarna putih bening hingga kemerahan atau keabu abuan, tergantung kandungan mineral pengotornya. Kristalnya dapat berbentuk kubus dan memiliki rasa asin yang khas. Dalam bentuk mentah, garam batu sering terlihat lebih kasar dibandingkan garam konsumsi yang telah dimurnikan.
Pemanfaatan garam batu cukup luas. Selain sebagai bahan baku garam konsumsi setelah melalui proses pemurnian, garam batu juga digunakan dalam industri kimia sebagai sumber natrium dan klorin. Kedua unsur ini menjadi dasar bagi banyak produk seperti soda api, klorin cair, hingga berbagai bahan pembersih dan industri plastik.
Di sektor lain, garam batu juga digunakan dalam pengolahan air, pengawetan makanan, hingga kebutuhan industri tertentu yang memerlukan kemurnian natrium klorida dalam jumlah besar. Nilai tambah garam batu meningkat ketika diproses menjadi produk dengan standar kualitas tertentu, baik untuk konsumsi maupun kebutuhan industri.
Dengan perannya yang mendasar dalam berbagai proses kimia dan kebutuhan sehari hari, garam batu merupakan salah satu mineral yang sederhana namun sangat strategis dalam mendukung aktivitas industri dan konsumsi masyarakat.



