
Longsor di lokasi tambang jarang terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan. Sebelum tanah atau batuan runtuh, biasanya ada perubahan kecil yang bisa dilihat, didengar, atau dirasakan di sekitar area kerja. Masalahnya, tanda-tanda ini sering terlewat karena penambang sedang fokus bekerja atau menganggapnya sebagai hal biasa. Mengenali tanda tersebut lebih awal dapat memberi waktu untuk menjauh sebelum keadaan menjadi berbahaya.
Tanda pertama yang perlu diperhatikan adalah munculnya retakan baru di permukaan tanah atau dinding galian. Retakan bisa terlihat di bagian atas tebing, di sekitar mulut lubang, atau di tanah dekat tumpukan material. Retakan yang semakin panjang atau melebar dari hari ke hari menunjukkan bahwa tanah mulai bergerak dan kehilangan ikatannya.
Perubahan pada aliran air juga menjadi tanda penting. Rembesan air yang tiba-tiba bertambah dari dinding galian, mata air baru yang muncul di lereng, atau air yang berubah menjadi keruh bercampur lumpur dapat menandakan tanah di bagian dalam sudah jenuh air. Tanah yang terlalu basah menjadi lebih berat dan lebih mudah bergeser, terutama setelah hujan deras.
Selanjutnya, perhatikan material kecil yang mulai berjatuhan dari tebing atau atap lubang. Kerikil, tanah, atau serpihan batuan yang jatuh terus-menerus sering menjadi awal dari runtuhan yang lebih besar. Jika hal ini terjadi, pekerjaan di bawah atau di dekat bagian tersebut sebaiknya dihentikan terlebih dahulu.
Tanda lain yang sering tidak disadari adalah benda di sekitar lokasi yang berubah posisi. Pohon atau tiang yang mulai miring, patok yang bergeser, penyangga kayu yang melengkung, hingga tanah yang tampak menggembung di bagian bawah lereng merupakan petunjuk bahwa tanah sedang bergerak perlahan. Selain itu, bunyi gemuruh, retakan, atau batuan bergeser dari dalam tanah juga perlu ditanggapi dengan serius, terutama di dalam lubang tambang.
Untuk tambang rakyat yang dikelola secara kelompok, pemantauan tanda longsor sebaiknya dilakukan bersama dan menjadi rutinitas. Kelompok dapat memeriksa kondisi tebing dan mulut lubang sebelum mulai bekerja, menandai retakan dengan patok atau cat agar perubahannya mudah dipantau, serta menyepakati kapan pekerjaan harus dihentikan, misalnya saat hujan deras atau ketika retakan bertambah. Setiap anggota juga perlu tahu jalur untuk menjauh dari lokasi jika tanda bahaya muncul.
Pada akhirnya, tanda-tanda longsor hanya berguna jika diperhatikan dan ditindaklanjuti. Retakan baru, perubahan aliran air, material yang berjatuhan, benda yang bergeser, dan bunyi tidak biasa adalah peringatan dari alam yang tidak boleh diabaikan. Menghentikan pekerjaan sementara jauh lebih baik daripada memaksakan diri di lokasi yang sudah menunjukkan bahaya.
