Batu Serpentin Nusantara merupakan batu alam yang ditemukan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Sulawesi, Maluku, dan sebagian Kalimantan. Batu ini dikenal karena warna hijaunya yang khas, mulai dari hijau muda hingga hijau tua dengan nuansa kekuningan atau keabu-abuan. Meskipun sering disalahartikan sebagai giok, serpentin memiliki karakter mineral dan tingkat kekerasan yang berbeda, sehingga lebih tepat dikategorikan sebagai batu hias dan koleksi alam.
Secara mineralogi, Batu Serpentin termasuk dalam kelompok mineral serpentine, yaitu magnesium silikat terhidrasi dengan komposisi kimia utama Mg₃Si₂O₅(OH)₄. Batu ini terbentuk melalui proses alterasi batuan ultrabasa akibat tekanan dan suhu tinggi di lingkungan geologis tertentu. Struktur kristalnya bersifat mikrokristalin hingga masif, sehingga permukaannya terasa halus ketika disentuh dan relatif mudah dipoles.
Dari segi tampilan visual, Batu Serpentin memiliki warna hijau alami yang cenderung lembut dengan pola tidak beraturan berupa urat, bercak, atau lapisan tipis. Tingkat kilapnya biasanya rendah hingga sedang, menghasilkan kesan matte atau satin setelah pemolesan. Karena karakter ini, serpentin sering dimanfaatkan sebagai bahan ukiran, ornamen dekoratif, manik-manik, serta batu hias non-cincin.
Dalam perspektif budaya, Batu Serpentin kerap dikaitkan dengan simbol keseimbangan, ketenangan, dan kedekatan dengan alam, terutama karena warna hijaunya yang identik dengan unsur alami. Pandangan ini berkembang secara tradisional dan estetis, bukan berdasarkan sifat ilmiah atau kandungan mineral batu tersebut.
Nilai Batu Serpentin Nusantara ditentukan oleh keseragaman warna, kepadatan struktur batu, minimnya retakan, serta kualitas hasil pemolesan atau pengerjaan. Batu dengan warna hijau bersih dan tekstur halus umumnya lebih diminati. Sebagai batu alam lokal Indonesia yang masih tergolong underrated dan sering tertutup oleh popularitas batu giok, Batu Serpentin Nusantara memiliki potensi besar sebagai batu hias dan material dekoratif bernilai estetika tinggi.



