Kalsedon Suliki dikenal sebagai salah satu batu alam khas Sumatra Barat yang selama ini lebih sering dimanfaatkan sebagai batu cincin. Dalam praktiknya, penggunaan batu ini masih terbatas pada perhiasan konvensional. Padahal, jika dilihat dari sudut pandang desain dan pemanfaatan material, Kalsedon Suliki memiliki potensi yang jauh lebih luas untuk dikembangkan menjadi berbagai produk lifestyle modern dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Karakter utama Kalsedon Suliki terletak pada warna alaminya yang lembut, seperti putih susu, krem, abu abu terang, hingga kehijauan tipis. Tampilan visual yang tenang dan tidak berlebihan membuat batu ini cocok digunakan untuk produk yang mengedepankan kesan elegan, bersih, dan natural. Setiap potongan batu memiliki variasi warna dan tekstur yang berbeda, sehingga memberikan nilai keunikan pada setiap produk yang dihasilkan.
Dalam pengembangan perhiasan, Kalsedon Suliki tidak harus selalu dihadirkan sebagai mata cincin. Batu ini dapat dimanfaatkan sebagai liontin sederhana, anting bergaya minimalis, manik gelang, hingga elemen dekoratif pada aksesori busana. Desain yang tepat justru dapat menonjolkan karakter alami batu tanpa perlu ukuran yang besar atau potongan yang rumit.
Di luar ranah perhiasan, Kalsedon Suliki memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk fungsional dan dekoratif. Batu ini dapat diolah menjadi penindih kertas, tatakan lilin aromaterapi, dudukan jam meja, hingga ornamen meja kerja. Bentuk alami maupun potongan sederhana dapat memberikan kesan organik yang selaras dengan tren desain interior modern yang mengedepankan material alami.
Selain itu, batu dengan kualitas visual yang tidak memenuhi standar perhiasan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal. Potongan kecil atau batu dengan retakan ringan dapat diolah menjadi alat pijat genggam, media refleksi sederhana, atau batu pendingin alami untuk kebutuhan relaksasi. Pemanfaatan ini memungkinkan seluruh hasil tambang memiliki nilai guna tanpa harus terbuang.
Pendekatan inovatif terhadap Kalsedon Suliki membuka peluang hilirisasi yang lebih luas bagi penambang rakyat dan pelaku usaha kecil. Batu tidak lagi dinilai hanya dari kelayakannya sebagai perhiasan, tetapi dari potensi fungsional dan estetika yang dapat dikembangkan. Dengan strategi ini, Kalsedon Suliki berpeluang berkembang menjadi material lifestyle bernilai tinggi yang relevan dengan kebutuhan pasar modern, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan.


